Anis Matta: Menjadi Otak, Hati, Tulang Punggung
By pks kraton 19.17 Anis Matta , Qiyadah , slider
![]() |
| Presiden PKS : Anis Matta |
Demikian konsepsi pemimpin menurut Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang disampaikan Presiden PKS M Anis Matta dalam wawancara khusus dengan Kompas di kantor The Future Institute, Jakarta, Kamis (9/1/2014).
Menurut dia, pemimpin negeri ini harus menguasai wacana, memiliki kemampuan mengarahkan atau menggerakkan emosi publik, serta mampu merealisasikan rencana atau program-program pembangunan.
Menurut Anis, fungsi tersebut bisa dilihat dalam pemerintahan Orde Baru. ”Militer bisa memimpin selama Orde Baru itu bukan karena Pak Harto (Presiden Soeharto),” katanya.
Sejak awal Orde Baru, militer sudah intensif mengembangkan wacana keindonesiaan. Bahkan, hasil seminar TNI Angkatan Darat tahun 1966 digunakan sebagai ide dasar penyusunan platform pembangunan. Pada sisi inilah, militer berhasil memosisikan diri sebagai otaknya Indonesia.
Militer juga berhasil menggerakkan emosi masyarakat dengan menciptakan kepercayaan diri dan optimisme bangsa. Selain itu, militer juga menguasai pemerintahan karena diberlakukan Dwifungsi ABRI.
”Itulah kenapa dia (militer) mampu mengeksekusi (merealisasikan) semua rencana pembangunan yang dicanangkan sebelumnya,” ujarnya.
Pelajaran untuk parpol
Mengambil pengalaman pemerintahan Orde Baru bukan berarti PKS menginginkan militer berkuasa kembali. Peran yang diambil militer sebagai otak, hati, dan tulang punggung bangsa itulah yang seharusnya menjadi pelajaran partai politik sebagai pabrik pemimpin bangsa.
Seharusnya, setelah Dwifungsi ABRI dihapuskan pada era Reformasi, parpol bisa mengambil peran yang sebelumnya dilakukan kelompok militer. Namun, hingga 15 tahun reformasi, belum ada satu pun kekuatan politik yang mampu. PKS sendiri diakui belum mampu menjalankan fungsi sebagai otak, hati, dan tulang punggung Indonesia.
Menurut Anis, 10 tahun pertama habis untuk membangun infrastruktur dan kapasitas lain untuk menjadi partai modern. Penguatan ideologi dan penokohan sebenarnya sudah dirancang dilakukan pada 10 tahun kedua PKS, tetapi terhenti karena terganjal kasus hukum yang menimpa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.
Setelah reformasi tahun 1998, menurut Anis, semestinya fokus perhatian pemerintah juga berubah. Perhatian tak lagi difokuskan pada politik seperti Orde Lama atau fokus ke ekonomi seperti pada Orde Baru, tetapi fokus kepada masyarakat sipil.
Pasalnya, politik dan ekonomi sudah menemukan keseimbangan baru. Begitu pula sumber-sumber ketegangan lain, seperti relasi agama dan negara, dialektika demokrasi dan pembangunan, serta hubungan pusat dan daerah sudah menemukan keseimbangan baru. Keseimbangan baru juga terlihat dengan munculnya relasi antara negara, agama, dan masyarakat sipil.
Akan tetapi, sayang, keseimbangan baru itu muncul bersamaan dengan fenomena baru, yakni ledakan demografi baru. Muncul sebuah generasi baru yang lahir tahun 1990-an, yang tak punya asosiasi emosional dan ideologi terhadap sumber ketegangan pada masa Orde Lama dan Orde Baru. Mereka lahir di tengah ideologi baru, yakni demokrasi dan pasar bebas.
Persoalan muncul karena para politisi atau calon pemimpin bangsa justru masih menggunakan isu-isu lama, seperti kedaulatan, integrasi, dan nasionalisme. Yang menjadi perbincangan lembaga-lembaga politik tidak sesuai dengan yang dipikirkan dan dibutuhkan masyarakat.
Masyarakat yang cara pandangnya sudah berubah juga tidak merasakan manfaat negara dan semua institusi politik. Akibatnya, muncul ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara dan institusi politik.
Kondisi itu juga menyebabkan terjadi disorientasi sehingga bangsa kehilangan arah. Kegaduhan terjadi di mana-mana, tetapi sebenarnya tidak ada hal substansial yang menjadi pokok perdebatan.
Bukan pemimpin otoriter
Untuk menghadapi persoalan baru tersebut, diperlukan pula pendekatan baru dalam model kepemimpinan. Masyarakat tidak memerlukan lagi pemimpin yang otoriter atau pemimpin yang hanya mengandalkan wibawa. Pemimpin yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mengandalkan gagasan, memiliki kemampuan persuasif, dan kemampuan koordinasi. Anis menganalogikan pemimpin seperti pemandu sorak.
Dengan kata lain, tugas pemimpin adalah menciptakan lingkungan strategis bagi masyarakat untuk terus berkembang. Masyarakat harus dibuat taat kepada pemimpin karena pemimpin memiliki gagasan besar yang bermanfaat untuk masyarakat.
Pendekatan semacam itulah yang juga dilakukan PKS. Kader taat bukan karena takut pada otoritas partai, melainkan karena sadar pada kebenaran dalam gagasan yang dibawa pemimpin mereka.
Bicara masalah ketegangan antara Islam, modernitas, dan keindonesiaan, Anis mengatakan, itu sudah menjadi masa lalu. Saat ini, ketegangan segitiga pada masa lalu tersebut semestinya dijadikan dasar untuk membangun masa depan Indonesia.
PKS memiliki gagasan mengintegrasikan agama, pengetahuan, dan kesejahteraan untuk membangun masa depan bangsa. PKS tidak ingin lagi ada komplikasi antara Islam dan keindonesiaan atau Islam dengan modernitas.
Hal itu karena Islam yang dibawa PKS merupakan Islam yang moderat dan terbuka. Gagasan itulah yang melandasi PKS memutuskan menjadi parpol terbuka sejak tahun 2008.
Dengan menyatukan agama, pengetahuan, dan kesejahteraan, Indonesia diharapkan akan menjadi bangsa yang religius, lebih berpengetahuan, tetapi sejahtera. Agama akan memberikan basis orientasi dan basis moral.
Pengetahuan memberikan basis kompetensi dan basis produktivitas. Adapun kesejahteraan merupakan cita-cita Indonesia yang tercantum dalam konstitusi, yakni menjadi negara adil dan makmur.
Dengan penyatuan agama, pengetahuan, dan kesejahteraan itu, Indonesia diyakini akan menjadi model bagi negara-negara Islam dan juga negara-negara Barat. (Anita Yossihara)
Presiden PKS: Agama solusi persoalan bangsa
By pks kraton 08.37 Anis Matta , Qiyadah , slider
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta menyebut agama dapat diketengahkan sebagai solusi persoalan bangsa. Terlebih, Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan yang tak kunjung usai.
"Kita harus ketengahkan agama sebagai solusi persoalan bangsa," kata Anis saat safari dan silaturrahim dengan tokoh PKS di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (23/6), seperti dilansir Antara.
Dengan mengedepankan agama sebagai solusi kebangsaan, Anis percaya dan yakin kader-kader PKS akan menjadi pemimpin Indonesia. Apalagi, mereka terus bekerja keras, ikhlas dan mampu menjaga stamina ruhiyah, serta solid."Begitu pula, partai Islam seperti PKS harus tetap yakin, bahwa apa yang diperjuangkan di tengah isu-isu negatif yang menerpa, akan tetap tumbuh, dan bahkan terus tumbuh dan berkembang," lanjutnya.
Dia menambahkan, "Sejarah bangsa-bangsa, dapat hilang dan pergi. Namun agama, tak pernah berhenti bertumbuh. Seluruh sejarawan Indonesia mengatakan, agama mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam sejarah," demikian Anis Matta .
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kalsel, Ibnu Sina menyebut provinsinya tak hanya menyumbang ketahanan pangan nasional, tapi juga bagi ketahanan partai politik (parpol) yang dipimpin Anis.
Dengan kedatangan Presiden PKS ke Kalsel, dia berharap dapat mendorong semangat juang dan kerja keras kadernya di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota dan berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa itu.
"Selain itu, makin mempererat kebersamaan dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, dengan hasil yang semakin meningkat pula, sehingga dari tiga besar menjadi dua besar parpol se-Kalsel," ucap Ibnu Sina.
Syiar Sya'ban 1434 H : Seruan DPP PKS Bidang Kadernisasi
By pks kraton 02.56 Qiyadah
Seruan Syiar Bulan Sya'ban 1434 H Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera kepada kader, keluarga kader, simpatisan dan struktur.
Hidayat : Ganteng Menang, Kader Jangan Takabbur
By pks kraton 05.01 Hidayat Nur Wahid , Qiyadah , slider
JAKARTA - Kemenangan pasangan Ganteng (Gatot-Tengku Erry) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada Sumut telah membantah ramalan para pengamat bahwa PKS akan rontok, terjun bebas dan habis gara-gara kasus dugaan suap impor daging sapi. Kendati begitu, kader PKS diminta tidak geer dan takabbur dalam menghadapi Pemilu 2014.
Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP PKS, Hidayat Nur Wahid, mengomentari kemenangan pasangan Ganteng dalam quick count sejumlah lembaga, Kamis (7/3/2013). Hidayat bersyukur, program dan target 4 sehat 5 sempurna berhasil diwujudkan.
"Kader PKS di Jabar dengan no 4 dan Sumut no 5 memenangi Pilgub di dua provinsi itu," jelasnya.
Hidayat menambahkan, kemenangan pasangan Ganteng telah membantah ramalan hampir seluruh pengamat bahwa dengan peristiwa dugaan suap kasus impor daging sapi, suara PKS bakal rontok, terjun bebas dan habis.
"Ternyata sekali lagi itu hanyalah sebuah pepesan kosong. Sebuah analisis yang hanya benar di tingkat teori mereka saja, tetapi tidak dibenarkan oleh realita politik yang ada di lapangan," tandas Hidayat yang juga turut terjun langsung dalam kampanye Pilgub Sumut ini.
Ditambahkan Hidayat, PKS bukan hanya tidak habis, tetapi bahkan mampu melakukan konsolidasi maksimal dan kemudian mampu mendapatkan simpati publik dan memenangkan Pilgub di Jabar dan Sumut. Ini juga menunjukkan bahwa rakyat tidak bodoh dan mudah dipengaruhi opini melalui media dalam kasus impor daging sapi.
"Rakyat semakin mandiri dan mereka bisa memilah-milah masalah dan karenanya tetap mempercayakan hak pilih mereka untuk memenangkan kader yang diusung PKS," tuturnya.
Kendati begitu, lanjut Ketua Fraksi PKS DPR RI ini, ia berharap kemenangan di dua Pilgub ini tidak menjadikan para kader PKS geer, takabbur dan kemudian merasa tidak ada masalah dan karenanya bakal menang di Pemilu 2014.
"Ini tak boleh dipikirkan dan diyakini oleh kader PKS. Tetapi justru harus menjadikannya sebagai bukti bahwa memang rakyat masih mempercayai PKS dan kadernya. Karenanya harus dijadikan sebagai cambuk untuk bekerja lebih giat dan lebih efektif membuktikan bahwa memang mereka pantas dipercaya oleh rakyat," tegas Hidayat.
Untuk itu, Hidayat meminta kepada Gubernur Jabar dan Sumut terpilih, agar dalam waktu yang cepat setelah mereka dilantik, atau dalam sisa masa jabatan mereka, betul-betul membuktikan bahwa kepercayaan rakyat kepada mereka tidak salah. Caranya, dengan bersungguh-sungguh menghadirkan pemerintahan yang pro rakyat, tidak korup dan betul-betul dekat dengan rakyat. Mereka harus pula sungguh-sungguh membuktikan bahwa kader PKS adalah kader yang tetap menjaga berpolitik yang bersih, peduli dan profesional yang selama ini menjadi jati diri PKS.
Hidayat juga mengingatkan Gatot Pujo Nugroho dan Ahmad Heryawan untuk segera merangkul seluruh pihak yang kalah dalam pilgub.
"Segera silaturahim dan ajak mereka untuk bersama-sama membangun Jabar dan Sumut. Karena hakikatnya kemenangan ini bukanlah kemenangan cagub yg dipilih tetapi kemenangan rakyat dan kemenangan demokratisasi, yang hendaknya memang perlu melibatkan semuanya untuk membangun Jabar dan Sumut," tandasnya.
Kesabaran Rakyat Gaza, Teladan Pembinaan Karakter Siswa
Jangan Lupakan Target Akhir Dakwah Kita
By pks kraton 15.04 Qiyadah , tsalasah
Target akhir dakwah kita adalah nasyrul hidayah (menyebarkan petunjuk) dan li I’laai kalimatillah (meninggikan kalimah Allah), hatta laa takuuna fitnatun wayakuunaddiinu kulluhu li-Llah (supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah). Jangan lupakan target akhir ini.
Amal khoiri yang pendekatannya kesejahteraan, jangan dianggap sebagai ghayah (target akhir), itu sasaran antara saja. Memang dia suatu anjuran dari Allah, tapi dia sasaran antara dari segi dakwah, diharapkan melalui ihsan kita menghasilkan penyikapan dan sambutan yang khoir. Hal jazaul ihsan illal ihsan, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. Tapi ihsan kita, operasi mewujudkan kesejahteraan itu jangan dianggap tujuan akhir. Negara-negara Eropa itu adalah Negara yang sejahtera hidupnya. Tapi 50% penduduknya atheis.
Bagi kita, jadi camat, bupati, walikota, gubernur atau presiden, itu sasaran antara. Akhirnya hatta laa takuuna fitnatun wayakuunaddiinu kulluhu li-Llah (supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah). Wa kalimatullah hiyal ulya (dan kalimat Allah itulah yang tinggi).
Jadi, amal tsaqafi, orang jadi bertsaqafah; amal khairi, orang jadi sejahtera; itu hanyalah sasaran-sasaran antara kita. Sebab kalau orientasi masyarakat madani itu hanya terdidik, dan sejahtera seperti di Eropa, banyak yang mulhid, atheis walaupun terdidik dan sejahtera. Walaupun bukan atheis terorganisir seperti komunis, style masyarakat sebagai individu itu atheis. Bahkan memandang keagamaan itu merupakan bagian dari budaya.
Di Jepang juga masyarakatnya sangat sejahtera. Tapi bagi mereka agama itu kultur yang terserah selera, boleh berganti kapan saja. Orang Jepang saat lahir umumnya disambut dengan upacara-upacara Budha. Ketika nanti menikah dirayakan dengan upacara Kristen dan ketika meninggal dengan upacara Sinto. Kata ikhwah yang pernah bermukim di Jepang, pernah ada sensus keagamaan, ternyata pemeluk agama di Jepang itu tiga kali lipat dari jumlah penduduk. Jadi mereka sebenarnya sejahtera dan terdidik. Secara fisik, materi, mereka terlihat bahagia. Tapi yabqa ala dhalalah (tetap dalam kesesatan).
Nah kita sebagai partai dakwah tidak begitu. Maksud saya, kalau kita sudah bisa mentau’iyah (menyadarkan), menjadi terbuka, bebas, demokratis, mentatsqif, menjadi terdidik, atau menyejahterakan sekalipun, perjalanan kita masih tetap jauh. Sebab sesudah itu, bagaimana mereka bisa kita konsolidasikan, bisa kita koordinasikan, kita mobilisasikan, litakuuna kalimatulladziina kafaru sulfa wa kalimatullahi hiyal ‘ulya. Ini penting untuk selalu diingatkan dan dicamkan. Apalagi di masa-masa musyarokah (partisipasi politik) ini.
Jangan merasa sukses menjadi pemimpin Pemda itu ukurannya sekedar telah membangun sekolah sekian, madrasah sekian, kesejahteraan, pertanian subur; sementara hidayah tercecer. Makanya keterpaduan langkah-langkah yang sifatnya tarfih (kesejahteraan), atau tatsqif (mencerdaskan bangsa) harus sejajar dengan upaya-upaya mendekatkan orang pada hidayah Allah. Harus begitu.
Ini saya ingatkan karena ketika kita di masyarakat dituntut di sektor kesejahteraan, di sektor kebijakan, di sektor pendidikan, di sektor kesehatan; maka harus secara menyatu terpadu dengan nasyrul hidayah (menyebarkan petunjuk Islam), nayrul fikrah (menyebarkan gagasan Islam), wa nasyrul harakah (penyebaran gerakan dakwah). Agar mereka akhirnya bergerak bersama-sama li I’lai kalimatillah. [ ]
Profil Sohibul Iman, Wakil Ketua DPR Pengganti Anis Matta
By pks kraton 23.39 Qiyadah , Shohibul Iman , slider , Tokoh
Jakarta - - FPKS DPR resmi menunjuk Mohamad Sohibul Iman sebagai Wakil Ketua DPR pengganti Anis Matta. Siapakah Kang Iman dan seperti apa sepak terjangnya?
Berdasarkan situs pribadinya, Sohibul Iman lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada tanggal 5 Oktober 1965. Iman sempat kuliah di IPB sampai semester 3 pada 1985-1987, namun kemudian menuntaskan pendidikan dari jenjang S1-S3 di Jepang setelah mendapat beasiswa.
Pada tahun 1992 dia mendapat gelar Bachelor of Engineering dari Waseda University, Tokyo. Pada tahun 1994 dia mendapat gelar Master of Engineering dari Takushoku University, Tokyo. Pada tahun 2004 dia mendapat gelar PhD dari Graduate School of Knowledge Science, Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST).
Iman terlibat dalam sejumlah organisasi seperti ISTECS (Institute for Science and Technology Studies), YPNF (Yayasan Pendidikan Nurul Fikri), HSF (Hokuriku Scientific Forum), MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia), YIT (Yayasan Inovasi Teknologi), dan lain-lain.
Selain itu dia juga terlibat dalam organisasi-organisasi profesi, seperti ISSS (International Society for System Sciences), JSSPRM (Japan Society for Science Policy and Research Management), IEEE (Institute of Electric and Electronics Engineers), dan lain-lain.
Setelah reformasi tahun 1998 silam, Iman bergabung dengan PK (Partai Keadilan). Jabatan pertamanya adalah Departemen Iptek-LH DPP PK. Sejak tahun 2005 hingga 2010 diamanahi sebagai Ketua DPP PKS bidang Ekuintek (Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi).
Iman memiliki pengalaman dalam beragam profesi dengan spesialisasi dalam bidang Kebijakan Teknologi dan Industri (aspek makro) dan Manajemen Inovasi dan Pengetahuan (aspek mikro). Lama bekerja pada lembaga teknologi pemerintah, perguruan tinggi, dan perusahaan konsultan. Pernah menjadi PNS di Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) untuk kemudian mengundurkan diri.
Di dunia akademik dia juga sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi, juga pernah menjabat sebagai rektor Universitas Paramadina, Jakarta. Iman juga pernah bekerja sebagai konsultan hak paten telah banyak menangani drafting, penelusuran, dan aplikasi hak paten dari berbagai perusahaan dalam negeri maupun luar negeri.
Periode 2009-2014 menjadi periode pertama Iman di DPR. Iman memiliki mimpi mewujudkan masyarakat madani yang adil yang tidak mungkin tercapai manakala para penyelenggara negara (pemangku otoritas) tidak memiliki moralitas yang baik.
Pada hari Selasa (12/2/2013), Iman dipercaya FPKS DPR menjadi Wakil Ketua DPR menggantikan Anis Matta. Anis Matta mundur dari DPR setelah diangkat menjadi Presiden PKS yang baru menggantikan Luthfi Hasan yang tersangkut kasus impor sapi. Anis akan berkosentrasi membenahi partai.
Berdasarkan situs pribadinya, Sohibul Iman lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada tanggal 5 Oktober 1965. Iman sempat kuliah di IPB sampai semester 3 pada 1985-1987, namun kemudian menuntaskan pendidikan dari jenjang S1-S3 di Jepang setelah mendapat beasiswa.
Pada tahun 1992 dia mendapat gelar Bachelor of Engineering dari Waseda University, Tokyo. Pada tahun 1994 dia mendapat gelar Master of Engineering dari Takushoku University, Tokyo. Pada tahun 2004 dia mendapat gelar PhD dari Graduate School of Knowledge Science, Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST).
Iman terlibat dalam sejumlah organisasi seperti ISTECS (Institute for Science and Technology Studies), YPNF (Yayasan Pendidikan Nurul Fikri), HSF (Hokuriku Scientific Forum), MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia), YIT (Yayasan Inovasi Teknologi), dan lain-lain.
Selain itu dia juga terlibat dalam organisasi-organisasi profesi, seperti ISSS (International Society for System Sciences), JSSPRM (Japan Society for Science Policy and Research Management), IEEE (Institute of Electric and Electronics Engineers), dan lain-lain.
Setelah reformasi tahun 1998 silam, Iman bergabung dengan PK (Partai Keadilan). Jabatan pertamanya adalah Departemen Iptek-LH DPP PK. Sejak tahun 2005 hingga 2010 diamanahi sebagai Ketua DPP PKS bidang Ekuintek (Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi).
Iman memiliki pengalaman dalam beragam profesi dengan spesialisasi dalam bidang Kebijakan Teknologi dan Industri (aspek makro) dan Manajemen Inovasi dan Pengetahuan (aspek mikro). Lama bekerja pada lembaga teknologi pemerintah, perguruan tinggi, dan perusahaan konsultan. Pernah menjadi PNS di Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) untuk kemudian mengundurkan diri.
Di dunia akademik dia juga sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi, juga pernah menjabat sebagai rektor Universitas Paramadina, Jakarta. Iman juga pernah bekerja sebagai konsultan hak paten telah banyak menangani drafting, penelusuran, dan aplikasi hak paten dari berbagai perusahaan dalam negeri maupun luar negeri.
Periode 2009-2014 menjadi periode pertama Iman di DPR. Iman memiliki mimpi mewujudkan masyarakat madani yang adil yang tidak mungkin tercapai manakala para penyelenggara negara (pemangku otoritas) tidak memiliki moralitas yang baik.
Pada hari Selasa (12/2/2013), Iman dipercaya FPKS DPR menjadi Wakil Ketua DPR menggantikan Anis Matta. Anis Matta mundur dari DPR setelah diangkat menjadi Presiden PKS yang baru menggantikan Luthfi Hasan yang tersangkut kasus impor sapi. Anis akan berkosentrasi membenahi partai.
Taujih Presiden PKS : Anis Matta di Jogja
By pks kraton 05.32 Qiyadah , slider , tsalasah , Video
![]() |
| Presiden PKS : H. M. Anis Matta, Lc |
PRINSIP YANG PERTAMA. “Jangan pernah kehilangan kegembiraan”.
Dalam situasi apapun kita harus menyimpan kegembiraan didalam hati kita dan menyimpan sebuah bungker yang kuat diatasnya sehingga dibom sekuat apapun kita tidak akan kehilangan kegembiraan. Kita bisa melewati hari-hari yang sulit ini sambil tertawa. Karena musibah ini isyarat Allah kalau kita akan naik kelas. Didalam kaidah fiqih:
al amru idza dhoqat tasaa’ wa idzat tasaa…… Urusan itu kalau menyempit dia meluas, kalau meluas dia menyempit.
Contohnya sholat, kalau kita dalam kota tidak boleh jama qashar. Karena kita dalam keadaan ‘lapang’. Tapi kalau kita musafir, dalam kondisi ‘sempit’, kita mendapatkan begitu banyak ‘kelapangan’ rukhshoh, kemudahan utk jama qasar. Itulah terapan dari kaidah ini. Urusan itu kalau menyempit dia meluas, kalau meluas dia menyempit. Jadi waktu kita kepepet disitulah letak peluang itu. Waktu kita terjepit disitulah Allah membuka peluang. Itulah sebabnya ketika seluruh pasukan Khandaq sedang mengepung Madinah dan Rasulullah hanya mendapatkan sisa waktu 6 hari untuk bergerak membangun parit dengan lebar 6 m dan dalamnya 3 meter dan harus menutupi setengah kota madinah di tengah musim dingin. Dan yang mereka hadapi 10.000 pasukan koalisi. Begitu tegangnya situasi ini sampai-sampai Allah menurunkan satu surat khusus dalam Al-Quran, surat Al-Ahzab ‘partai-partai, golongan-golongan, kekuatan-kekuatan semuanya menyatu memerangi’. Dan luar biasa efek tekanan jiwanya bagi kaum muslimin ketika itu. Coba perhatikan al quran melukiskan situasinya dalam bentuk lukisan fisik… (33:10-11)
wa idz zaa ghotil abshar (dan ingatlah tatkala mata kalian membelalak), wabalaghotil qulubul hanajir (dan jantung kalian sudah sampai tenggorokan), wa tadzunnuna billahidzdzununaa (dan kalian mulai menduga-duga yang buruk terhadap Allah), hunaalikab tuliyal mu’minun (ditempat itulah, di waktu itulah orang-orang mu’min diuji), wazulzilu zilzalan syadida (dan mereka digoncang segoncang-goncangnya).
Suatu saat kaum muslimin dalam penggalian parit itu menemukan batu yang sangat besar dan tidak bisa mereka pecahkan. Akhirnya Rasulullah mengambil kampaknya dan memukul batu karang itu, dan setiap satu pukulan Rasulullah mengucapkan… latuftahannar ruum… (nanti Romawi pasti kita bebaskan). Antum tahu ikhwah sekalian, dimanakah Rasulullah menjanjikan pembebasan Romawi itu? Dan kapan situasinya Rasulullah menjanjikan pembebasan Romawi itu? Justru ketika mereka semuanya sedang terkepung. latuftahannar ruum…!! Jadi ikhwah sekalian, berbahagialah antum semua karena kita akan menjalni sebuah taqdir yang lain. Bahwa apa yang tampak sebuah keterpurukan, apa yang tampak sebagai sebuah keterjepitan, apa yang tampak sebagai sebuah musibah sesungguhnya adalah sebuah pintu kecil yang akan mengantarkan kita kepada jalan panjang menuju kemenangan insya Allah. Jadi kita harus mempertahankan harapan kita, optimisme kita, kebahagiaan kita. Jangan pernah membiarkan orang lain membuat kita sedih, jangan pernah membiarkan orang lain menciptakan peristiwa yang mengubah hidup kita, jangan pernah membiarkan orang lain menentukan masa depan kita sendiri. Suatu saat presiden Bosnia waktu bertempur dibantai oleh Serbia, dan saya selalu mengulang-ulangi cerita ini karena ini luar biasa pengaruhnya bagi saya pribadi, di tahun 93-94 diwawancarai oleh majalah News Week, tentang pembantaian dan perang Bosnia-Serbia, beliau ditanya tentang masa depan perang Bosnia dan Serbia. Beliau mengatakan, “Yang akan memenangkan pertempuran ini bukanlah siapa yang membunuh lebih banyak, tapi siapa yang bisa bertahan hidup lebih lama”. Jadi ikhwah sekalian, ini bukan tentang berapa korban yang ada dari setipa partai. Tapi di tengah semua upaya bumi hangus ini, yang akan memenangkan pertarungan itu nanti adalah yang bisa bertahan hidup lebih lama. Dan insya Allah kita semua memiliki syarat-syarat kehidupan yang lama itu. Itu prinsip yang pertama.
PRINSIP YANG KEDUA, ikhwah sekalian, berfikirlah dengan cara yang tidak dipikirkan oleh lawan-lawan kalian.
Jangan membiarkan kalimat-kalimat para pengamat itu membentuk cara kalian berfikir. Tapi berfikirlah dengan cara yang tidak dipikirkan oleh para pengamat itu. Jangan biarkan komentar-komentar orang membentuk cara kalian berfikir, tapi berfikirlah dengan cara yang tidak mereka pikirkan. Maka kalian akan menemukan satu kekuatan karena kalian faham cara mereka berfikir tapi mereka tidak faham cara kalian berfikir. Itulah rahasia kejeniusan Khalid bin Walid dalam perang Yarmuk, 36.000 pasukan melawan 240.000. Kalau antum membaca buku The Root Strategy, akar strategi, kita akan menemukan disitu suatu fakta bahwasanya strategi perang konvensional itu pertama-pertama diwariskan oleh orang-orang Romawi. Orang-orang arab yang berperang melawan romawai ini tidak punya pengalaman bertempur melawan pasukan konvensional seperti itu. Pengalaman mereka gerilya. Tapi Khalid bin Walid menguasai cara berfikir dan strategi perang konvensional itu, semntara orang-orang Romawi karena sudah terlalu terbiasa menjalani perang konvensional tidak tahu lagi cara-cara perang gerilya. Jadi begitu Khalid mengkombinasikan antara taktik perang gerilya dengan taktik perang konvensional, dia mempunyai satu sisi keunggulan, yaitu taktik perang gerilya yang tidak dimiliki oleh pasukan romawi. Tetapi untuk melawan pasukan yang sangat besar seperti itu, ikhwah sekalian, diperlukan suatu saat untuk melampaui ketakutan. Kenapa? Karena begitu kaum muslimin berhadapan dengan pasukan itu, dipelrukan waktu berapa bulan untuk saling berhadapan tapi tidak saling menyerang. Kenapa? Karena pasukan muslimin ini juga ragu-ragu menyerang, sebab mereka tidak pernah berhadapan dengan pasukan sebesar itu. Tapi orang-orang Romawi juga ragu-ragu menyerang, mereka memang besar, tapi pasukan kecil muslimin ini tidak pernah punya sejarah kalah. Jadi begitu Khalid datang, dia membaca situasi jiwa ini, dia segera mengambil aturan: kita gantian jadi komandan pasukan. Dan sekarang kita putuskan kita yang akan memulai menyerang. Satu bulan persiapan, satu bulan menyerang. Dalam pidato penyerangan ini khalid mengatakan..
“Ya ma’syaral muslimin… ini adalah satu hari dari sekian banyak hari-hari Allah… ikhlaskanlah jihad kalian untuk Allah SWT.” Selanjutnya Khalid mengatakan, dan ini yang saya garisbawahi, “Daripada kalian sibuk menghitung jumlah musuh kalian, lebih baik kalian sibuk menyembelih leher-leher musuh kalian”.
Barulah perang dimulai, dan mereka menuntaskan perang itu. Khalid berfikir dengan cara yang tidak difikirkan oleg orang-orang Romawi. Kalau kita ingin mengalahkan yang besar-besar, berfikirlah dengan cara yang tidak difikirkan oleh yang besar-besar itu. Itu sebabnya saya juga mengatakan, kalau kita ingin berfikir dengan cara yang tidak difikirkan oleh orang lain maka kita musti punya keberanian untuk ‘menjadi sendiri’, to state alone, untuk berdiri sendiri. Makanya saya mencoba-coba cari inspirasi dari Gangnam style. Tidak jelas koreografinya tapi yang jelas satu milyar yang mengklik (youtube). Kalau dia ikuti cara Justin Timberlake mungkin tidak sperti itu. Dan kita akan menempuh jalan-jalan yang tidak ada dalam metode untuk memahami cara kerja parta-partai. Kita akan menempuh jalan itu, insya allah. Jadi ikhwah sekalian, bersiaplah untuk berbeda, bersiaplah untuk menjadi sendiri, bersiaplah untuk tidak sama sama sekali dengan orang lain. Siap? Siap? Siap? Allahu Akbar !! PRINSIP
PRINSIP YANG KETIGA, ikhwah sekalian, kita harus mempunyai mindset menyerang, bukan mindset bertahan. Kita belajar dari khalifah pertama Abu Bakar. Begitu Rasulullah SAW wafat, wafatnya Rasulullah ini… itu sudah masalah besar bagi kaum muslimin, masalah kedua adalah pemilihan pemimpin.. itu juga masalah besar bagi kaum muslimin. Tapi masalah besar ketiga muncul, yaitu pemberontakan kaum riddah. Sementara Rasulullah punya wasiat untuk mengirim pasukan Usamah, sehingga datanglah seluruh sahabat untuk merayu Abu Bakar agar tidak memerangi kaum riddah, hanya mengirim pasukan Usamah tapi tidak melakukan perang kepada kaum riddah. Tapi Abu Bakar menjawab, “Pasukan Usamah ini harus berangkat karena ini wasiat Rasulullah, dan semua yang sudah diwasiatkan Rasulullah harus saya laksanakan. Adapun pasukan riddah ini juga harus kita perangi karena dia akan mengurangi satu bagian dari ajaran Islam, siapapun yang ingin mengurangi satu bagian ajaran Islam itu pasti akan saya perangi”. Tapi kaum sahabat terus menerus merayu agar Abu Bakar untuk tidak melakukan itu, bahkan yang paling kuat merayu adalah Umar bin Khathab. Sampai sampai Abu Bakar melompat dari tempat duduknya lalu menarik janggut Umar, “Apakah kamu akan jadi jagoan jaman jahiliyah dan jadi pengecut di jaman Islam. Demi Allah, kalau tidak ada dari kaum muslimin yang akan memerangi orang riddah itu kecuali hanya satu orang prajurit, maka sayalah prajurit itu.” Otak ekspansi… otak ekspansi… antum perhatikan… otak ekspansi. Jadi ikhwah sekalian, kita hanya akan menang kalau didalam benak kita setiap hari hanya ada satu kata “ekspansi”, hanya ada satu “menyerang”. Insya Allah kita akan menang. Jadi kalau kita punya optimisme yang besar, dan kita berfikir dengan cara yang tidak biasa, dan kita punya otak sebagai penyerang, insya Allah kita memiliki tiga prinsip untuk memenangkan pertempuran 2014, insya Allah. Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Orasi Politik Perdana Presiden PKS Baru : Anis Matta
By pks kraton 21.54 Anis Matta , Qiyadah , Taujih , tsalasah
Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillahi robbil ‘alamin wabihi nasta’in wa ‘ala umuriddunya waddin, wahayyikum jami’an bitahiyyatin islam bil kholidah. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Para pimpinan PKS yang hadir pada siang hari ini, khususnya yang saya hormati, yang saya cintai, KH.Hilmi Aminuddin sebagai ketua Majelis Syuro. Saya pertama kali mengucapkan penghargaan sedalam-dalamnya kepada Ketua Majelis Syuro yang telah mengambil keputusan yang sangat kilat dan sangat cepat merespon usulan dan permohonan pengunduran diri Presiden kita semuanya yaitu Luthfi Hasan Ishaaq.
Saya juga ingin mengucapkan penghargaan yang sedalam-dalamnya kepada saudaraku, Luthfi Hasan Ishaaq. Kalau dia menonton acara ini, saya ingin mengatakan padanya, saya mencintainya. Dan seluruh pengurus, seluruh pemimpin PKS, seluruh kader PKS mencintai beliau. Kita juga percaya pada integritas beliau. Kita sepenuhnya tsiqoh. Tetapi yang dihadapi oleh PKS hari ini adalah sebuah konspirasi besar yang bertujuan ingin menghancurkan partai ini.
Dan menurut saya, peristiwa besar ini insya Allah akan menjadi hentakan sejarah yang akan membangunkan macan tidur PKS. Saya yakin Allah SWT mengirimkan sebuah isyarat besar kepada kita semuanya bahwa ini adalah momentum pembenahan diri sekaligus momentum kebangkitan PKS.
Rekan-rekan sekalian, tentu saja ini adalah tugas besar yang harus saya emban bersama seluruh pengurus PKS. Saya tahu ini bukan hari-hari yang mudah yang akan kita lalui. Tapi kita pasti bisa melaluinya, insya Allah. Kita pasti bisa melalui hari-hari sulit ini, asalkan kita mengetahui tiga syarat utama untuk melaluinya. Dan syarat utama untuk melalui hari-hari yang sulit ini ada 3.
Yang pertama adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT. “Allahumma iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, Allahumma iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, Allahumma iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, Allahumma iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, Allahumma iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, Allahumma iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, Allahumma iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”.
Syarat yang kedua ikhwah sekalian, adalah kebersamaan kita semuanya. Ukhuwah, persaudaraan, soliditas, itu yang harus kita jaga. Karena Allah SWT mengatakan “Huwalladzi ayyadaka binashrihi wabil mu’minin. Dialah Allah yang menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang yang beriman”. Kita pasti bisa melalui ini kalau kita saling bergandengan tangan. Kalau kita saling bersatu, kalau kita menyatukan diri kita semuanya atas nama cinta kepada Allah SWT dan cinta kepada negeri kita, Indonesia.
Yang ketiga ikhwah sekalian saudara-saudaraku semuanya, syarat ketiga adalah kerja keras. Hari ini, saya ingin mengatakan kepada antum semuanya, kepada saudara semuanya, dan juga kepada seluruh kader-kader PKS yang menonton acara ini, saya ingin mengatakan kepda antum semuanya hari ini berlaku ayat Allah SWT “Tatajafa junubuhum ‘anil madhoji’, Lambung mereka tidak bersahabat dengan tempat tidur”. Tidak ada lagi waktu tidur sejak hari ini, saudara-saudara sekalian. Kita akan memulai hari ini, insya Allah, sebagai momentum kebangkitan kita semuanya.
Ikhwah sekalian, misi utama kita dalam periode permulaan kebangkitan ini adalah mengubah cobaan dan musibah ini menjadi rahmat dan karunia. Dan insya Allah kita pasti bisa memulainya, kita pasti bisa melakukannya. Karena pada permulaan kita mendirikan partai ini, kita juga tahu bahwa jumlah kita sedikit, tenaga kita sedikit, orang-orang kita sedikit. Tetapi melalui kerja keras, Alhamdulillah, Allah SWT memberikan kesempatan pada partai ini untuk tumbuh dan terus-menerus berkembang.
Dan itu sebabnya, saya juga percaya bahwa insya Allah dengan pertolongan Allah dan dengan kebersamaan kita, tidak ada satupun kekuatan di negeri ini dan dunia ini yang bisa menghancurkan gerakan ini, insya Allah. Tidak akan ada, insya Allah.
Ikhwan sekalian, saya tidak ingin antum semua memahami disini bahwa kita semuanya adalah ingin melawan gerakan pemberantasan korupsi, sama sekali tidak. Itu adalah agenda kita semuanya. Agenda Islam dan juga agenda nasional. Yang akan kita lawan adalah penggunaan otoritas dalam pemberantasan korupsi itu yang bersifat tirani. Itu yang akan kita lawan.
Pemberantasan korupsi adalah agenda kita bersama, sekali lagi itu adalah agenda kita bersama. Tapi ulama-ulama fiqih mengatakan “Alhaqqu wastikhdamul haqq syai’ani yakhdalifa, Hak dan cara menggunakan hak adalah dua hal yang berbeda. Saya ulangi kembali, Hak dan cara menggunakan hak adalah dua hal yang berbeda”.
Cara menggunakan hak berhubungan langsung dengan hati. Karena itu Rasulullah SAW mengatakan “Istafti qolbak, Mintalah fatwa ke dalam hatimu, Mintalah fatwa ke dalam hatimu.” Karena, motif itu yang akan menentukan cara kita menggunakan hak. Dan motif tirani inilah yang ingin kita lawan, Insya Allah. Motif tirani dalam cara menggunakan hak inilah insya Allah yang akan kita lawan.
Seperti ikhwah sekalian, seperti yang saya katakan tadi, kalau kita ingin memulai perubahan yang hakiki, kita musti memulai dari diri kita sendiri. Kita pasti sebagai manusia biasa melakukan banyak sekali kesalahan. Terutama kami, saya secara pribadi, dan semua pimpinan PKS pasti menyadari bahwa kita sebagai manusia biasa pasti melakukan kesalahan.
Dan karena itu ikhwah sekalian, saya ingin akan mengumumkan juga pada kesempatan ini. Agenda pertama kita dalam melakukan perubahan yang hakiki ini adalah melakukan pertaubatan Nasional bagi seluruh pengurus dan kader-kader PKS. Kita akan memulai dari istighfar, kita akan memulai dari taubat.
Sebagaimana ucapan pertama yang kita ucapkan begitu kita selesai melakukan shalat. Apa yang kita ucapkan setelah kita selesai melakukan shalat? Astaghfirullah. Kita tentu sudah beramal. Tapi banyak kekurangan-kekurangan sepanjang amal-amal itu yang menyertai amal-amal kita. Dan istighfar ini insya Allah bukan hanya akan menghapus dosa-dosa, tetapi juga insya Allah akan menyempurnakan kerja-kerja kita ke depan.
Ikhwan sekalian, tapi Insya Allah kita setelah kita membenahi diri sendiri, membenahi diri kita semuanya, membenahi pikiran, membenahi hati, membenahi perilaku, dan membenahi seluruh sistem dalam organisasi kita ini, insya Allah kita akan melangkah lebih jauh lagi untuk melakukan pembenahan dan perbaikan pada negara. Dan karena itu, ikhwah sekalian, kita hanya bisa melakukan perbaikan pada skala negara itu kalau insya Allah kita memulainya dengan cara benar. Minhuna nabda, dari sinilah kita akan memulai insya Allah.
Kemarin kita menyaksikan saudara kita, Presiden kita, Luthfi Hasan Ishaaq, dikeluarkan dari ruangan ini dibawa ke tahanan. Dan Insya Allah, dari ruangan ini pula lah insya Allah kita akan memulai kerja besar baru untuk membenahi diri kita dan sekaligus membenahi negara kita semuanya. Dan saya yakin Insya Allah kita bisa, saya yakin Insya Allah kita bisa.
Saudara-saudara sekalian, mudah-mudahan Insya Allah, dengan kekuatan yang kita miliki insya Allah kita akan melampaui hari-hari yang sulit ini. Dan kita semuanya pasti akan berdoa agar Allah SWT meletakkan berkah di balik cobaan yang menimpa kita ini semuanya. Dan sekali lagi insya Allah, setelah acara ini, kita akan mulai melakukan langkah pertama nanti insya Allah, kita akan merancang satu acara untuk melakukan pertaubatan nasional bagi seluruh pimpinan dan juga bagi seluruh kader-kader PKS.
Selanjutnya, karena saya sadar bahwa saya akan melakukan tugas yang sangat besar, saya tidak ingin dalam proses pelaksanaan tugas ini terganggu dengan hal-hal lain yang bisa membuat tujuan ini tidak bisa tercapai. Oleh karena itu pada kesempatn ini juga, saya ingin mengumumkan pengunduran diri saya dari jabatan Wakil Ketua DPR RI dan juga mengundurkan diri dari keanggotaan saya di DPR RI.
Saya sudah memulai dan Insya Allah antum semua juga berjalan bersama-sama dengan kita insya Allah membawa kafilah perubahan yang hakiki di negeri ini, insya Allah. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.












