PKS: Membangun Karaktek Bangsa Dimulai dari Keluarga
By pks kraton 00.30 Perempuan
Kekuatan karakter bangsa Indonesia di masa perjuangan kemerdekaan berasal dari kuatnya ketahanan keluarga, karakter bangsa berbanding lurus dengan karakter keluarga.
"Jika karakter keluarga kuat maka karakter bangsa pun akan kuat. Sementara kondisi saat ini, ketahanan keluarga Indonesia mulai berada dalam ambang kerapuhan," kata Ketua Bidang Perempuan DPP PKS, Anis Byarwati seperti keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Minggu (23/6).
Hal itu disampaikan Anis Byarwati menyambut peringatan Hari Keluarga Nasional 2013 ke-20 yang diperingati setiap 29 Juni.
Jelas Anis, masa perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia memiliki Cut Nyak Dien, seorang srikandi Aceh yang sejak muda telah berjuang melawan Belanda bersama suaminya. Kekompakan dalam berkeluarga dan kesamaan dalam perjuangan telah menjadi inspirasi dan semangat yang kuat bagi Cut Nyak Dien untuk tidak pantang menyerah melawan penjajah Belanda. Begitu pula dengan keluarga KH. Ahmad Dahlan, keberhasilannya dalam mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat tidak luput dari peran aktif istrinya, Siti Walidah dalam menguatkan ketahanan keluarganya dan berperan aktif dalam perjuangan.
Bandingkan dengan kondisi keluarga Indonesia saat ini. Anis mengutip data dari Badan Urusan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung (MA) yang mencatat bahwa sejak 2005 angka perceraian di Indonesia meningkat di atas 10% setiap setahunnya.
"Bahkan data dari hasil konsultasi klien psikolog menyebutkan 3 dari 10 pernikahan di Indonesia berakhir dengan perceraian. Saat ini keluarga Indonesia mengalami terpaan ujian, menjadi komitmen kita, anak-anak bangsa untuk berjuangkan mengokohkannya," ujar Anis.
Lebih rinci Anis mengatakan, keluarga adalah wahana penopang bangsa, entitas sekaligus aset vital yang perlu diayomi, ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya, karena keluarga adalah rumah jiwa bangsa. Oleh karena itu terang dia, dalam rangka memaknai Hari Keluarga Nasional 2013, partainya kembali mengajak semua masyarakat dan elemen bangsa untuk bersama-sama bergandengan tangan memperkuat ketahanan keluarga Indonesia.
"Tidak kata terlambat untuk memulai sebuah kebaikan, untuk memulai sebuah upaya memperkuat simpul-simpul ikatan dalam keluarga, bangsa tanpa keluarga bagaikan bangunan mewah tak berjiwa. Keluarga tanpa perlindungan negara juga bagaikan rumah renta dilanda badai," tutupnya
Keluarga Berkualitas, Solusi Permasalahan Bangsa
By pks kraton 20.19 Media , Perempuan
Jakarta – Bidang Perempuan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar kongres nasional tentang keluarga di Jakarta, Selasa 17 Juli 2012 mendatang. Kongres yang bertema 'Keluarga Berkualitas, Solusi Permasalahan Bangsa' rencananya akan dibuka langsung oleh Ibu Negara Ani Susilo Bambang Yudhoyono.
Ketua Bidang Perempuan DPP PKS, Anis Byarwati, mengatakan kualitas sebuah bangsa sangat bergantung kepada kualitas dari masyarakat dan keluarga yang merupakan unit sosial terkecil dari masyarakat itu sendiri.
“Keluarga berkualitas adalah mimpi dan hajat hidup semua insan. Kualitas bangsa sangat ditentukan oleh kualitas keluarga, karena degradasi kualitas sosial masyarakat berbanding lurus dengan degradasi kualitas keluarga. Sayangnya, saat ini potret keluarga bangsa kita kurang menggembirakan. Fenomena disintegrasi keluarga semakin meningkat hingga sejumlah 10% dari pernikahan yang terjadi,” kata Anis.
Menurut Anis, meningkatnya kriminalitas, penggelapan dan penyalahgunaan narkoba yang semakin menggurita, kehamilan dan aborsi remaja yang mengkhawatirkan, amuk massa yang menyerang ketertiban umum, dan korupsi yang tak habis-habis diberitakan adalah cerminan dari disintegrasi keluarga.
Karena problematika itulah, Anis mengatakan Bidang Perempuan DPP PKS akhirnya tergerak mengajak berbagai elemen bangsa untuk menyamakan persepsi tentang pentingnya upaya mengokohkan keluarga.
Kongres tersebut akan dihadiri sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan akademisi, pengusaha, birokrasi, ormas, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, pemerhati keluarga, organisasi keagamaan, sampai LSM.
Sejumlah tokoh akan hadir sebagai narasumber, di antaranya Menkominfo Tifatul Sembiring, Mantan Wamendikbud Fasli Djalal, Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, Presiden PKS Luthfi Hassan Ishaaq, dan pengusaha Dewi Motik. Hadir juga Dirjen Otonomi Daerah Dodi Riyad Madji, Deputi Tumbuh Kembang Anak KPPA Wahyu Hartomo, akademisi Euis Sunarti, Wakil Wali Gereja Indonesia, dan Wakil Perisada Hindu Dharma.
Para pakar tersebut akan menyampaikan gagasannya dalam sidang kongres yang dibagi menjadi tiga komisi, yaitu komisi I membahas tentang sosial budaya dan ekonomi (permasalahan keluarga dalam perspektif sosial budaya dan ekonomi serta solusinya); komisi II membahas tentang agama (pengokohan keluarga berbasis nilai-nilai religius); dan komisi III membahas tentang kebijakan publik (keluarga sebagai basis kebijakan publik). Dari hasil diskusi perkomisi tersebut akan disusun rekomendasi. Diakhir Kongres dibacakan ikrar bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga Indonesia.
Mengenal Aleg FKS Kota Yogyakarta baru 2012-2014 :Ibu Lisferi Setiarini, SE
By pks kraton 23.13 Kabar , Perempuan , slider
Beberapa waktu lalu Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Yogyakarta melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Ardianto yang menjadi Anggota Komisi D setelah mengundurkan diri enam bulan lalu. Sebagai pengganti Bp. Ardianto adalah sesosok aktivis dari kalangan perempuan yaitu Listeri Setiarini, SE, berusia 29 tahun dengan pendidikan terakhir S1. Lisferi Setyarini merupakan Caleg yang memperoleh suara terbanyak ketiga di Daerah Pemilihan I Kota Yogyakarta (Kraton, Mantrijeron, Mergangsan) pada pemilihan legislatif 2009. sebelumnya mendapat amanah sebagai Ka Biro PPKP Bid. Perempuan PKS. Mengelola jaringan perempuan, Mengelola dan meningkatkan kapasitas kader perempuan. Selain itu beliau juga aktif dalam berbagai organisasi, antara lain Kabid Nisaa’ BPPI FE UNS (2002-2004), Kabid Litbang Badan Pers Mahasiswa FE UNS (2002-2003), Staf humas JN UKMI UNS (2003-2005), DPD PKS kota YK, Staf bid. Kewanitaan (2006-2009), Ka biro PPPKP, DPD PKS kota (2010-2014), Kepala sekolah Sekolah Ibu (PMK Kel. Tahunan 2010-sekarang), Bendahara PKK RT 25 (2008).
Berikut biodata singkatnya :
1. Nama lengkap | : LISFERI SETIARINI, SE |
2. Tempat dan tanggal lahir/umur | : KULONPROGO, 19 FEBRUARI 1983/ 29 Tahun |
3. Jenis Kelamin | : PEREMPUAN |
4. Agama | : ISLAM |
5. Status Perkawinan | : Kawin a. Nama Suami : HERY NUR WIDODO, S.Pd. b. Jumlah anak : - |
6. Alamat tempat tinggal | : JL. SOGA NO. 26A RT 25 RW 06 YOGYAKARTA. 55167 |
7. Riwayat Pendidikan | : a. SDN JAGERAN II BANTUL
|
8. Riwayat Organisasi | a. KABIRO BIDANG PEREMPUAN DPD PKS KOTA YK. |
10. Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan |
|
Lisferi Setiarini, SE Mengadakan Jaring Aspirasi di Kraton
By pks kraton 14.00 Kabar , Perempuan
Lisferi Setiarini, SE Aleg PKS Kota yang baru, melakukan jaring anspirasi yang dilaksanakan hari Kamis tanggal 10 Juli 2012 kemarin dihadiri oleh warga dari beberapa Desa di Kecamatan Kraton. Acara yang dilaksanakan dari jam 16.00 sampai 17.30 WIB ini diadakan di rumah bu Sholeh (Pos Perempuan Keadilan) Mangunegara.
Jaring anspirasi ini diadakan sebagai wadah warga untuk menyampaikan anspirasi dan uneg-uneg kepada anggota legislatif yang merupakan perwakilan dari masyarakat. Lisferi Setiarini, S.E sebagai anggota DPRD dari komisi D yang menangani bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Perempuan menampung banyak anspirasi dari masyarakat setelah beliau memperkenalkan diri kepada warga.
Anspirasi warga terkait dengan kesehatan dan pendidikan diantaranya tentang sistem JAMKESDA untuk rawat jalan yang dirasa memberatkan warga, tentang Pelayanan Kesehatan dari Rumah Sakit Pemerintah yang kurang prima dan bersahabat dengan warga dibanding pelayanan Rumah Sakit Swasta dirasa lebih bersahabat dengan masyarakat dalam penanganannya.
Lisferi menjawab setiap pertanyaan dari warga dan akan menyampaikan anspirasi mereka kepada pemerintah. Anggota DPRD dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini juga menerima dengan tangan terbuka jika ada masyarakat yang datang ke kantornya (DPRD Kota Yogyakarta.red) untuk menyampaikan kritik dan masukan.
Acara jaring anspirasi ini juga dilengkapi dengan workshop tentang kesehatan lansia dengan pembicara Yuniar F., Amd., Keb. Peserta yang semuanya adalah perempuan ini terlihat antusias menyimak apa yang disampaikan oleh pembicara terbukti dari banyak pertanyaan yang disampaikan.
Sumber : http://fpksjogja.or.id/index.php?action=news.detail&id_news=143
Mari Belajar Kokoh dari Ustadzah Yoyoh Yusroh
By pks kraton 04.48 Perempuan
dakwatuna.com – Hari ini Sabtu 21 Mei 2011 bertepatan dengan 18 Jumadits Tsani, kita kehilangan seorang mujahidah dakwah, ustadzah, muballighoh, bunda yang penuh kesabaran : Yoyoh Yusroh. Masyarakat banyak mengenalnya sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PKS yang sangat gigih memperjuangkan RUU pornografi. Usulan cerdas beliau tentang kemungkinan tentara TNI wanita berjilbab juga menarik banyak pihak untuk mencermati langkah beliau. Keterlibatannya di kerja dewan sejak tahun 1999 tidak menyurutkan langkahnya dalam dakwah dan tarbiyah di tengah masyarakat. Taujihat dan ceramahnya senantiasa dinanti setiap kader dakwah khususnya akhwat muslimat. Panggilan Bunda yang dialamatkan kepada beliau menunjukan penghargaan dan arti khusus diri beliau di hati setiap akhwat kader dakwah. Beliau kini telah meninggal, namun catatan kebaikan telah banyak ditorehkan, saatnya bagi kita untuk meneladani dan melanjutkan perjuangannya.
Setiap kematian meninggalkan pesan, pesan untuk mengingat betapa dekatnya kita dengan alam barzah. Pesan untuk mengingat dan menyebut kebaikan yang meninggal agar ada langkah yang nyata dalam mengikuti kebaikan-kebaikan yang ada. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila kamu menghadiri orang yang sakit atau orang yang meninggal, maka katakanlah yang baik, maka sesungguhnya malaikat mengaminkan (membaca amin) atas apa yang kamu katakan.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain dari al-Bukhari, bahwasanya satu jenazah dibawa melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabat radiyallahu ‘anhum, lalu mereka menyebutkan kebaikan-kebaikan orang tersebut. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wajib”. Lalu lewat lagi satu jenazah yang lain, lalu mereka menyebutkan kejahatan kejahatannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda lagi, “Wajib”. Maka Umar bin Khatab radiyallahu ‘anhu bertanya, “Apakah gerangan yang wajib?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ini yang kamu sebutkan atasnya kebaikan, maka wajiblah baginya surga; dan ini yang kamu sebutkan atasnya kejahatan, maka wajiblah baginya neraka. Kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi.” (HR. al-Bukhari).
Air mata akan segera mengering, gundukan tanah akan segera membatu, kesedihan akan segera ditumpuki dengan agenda kesibukan lainnya, maka marilah sejenak kita mengenang kebaikan beliau, kebaikan dan hanya kebaikanlah yang layak untuk dikenang dari setiap insan. Mari belajar kokoh dari ustadzah Yoyoh Yusroh
Pertama : Teladan Fisik yang Kuat dan Komitmen dalam menjaga kesehatan
Aktifitas dakwah membutuhkan energi yang luar biasa. Ini yang disadari oleh ustadzah Yoyoh Yusroh, maka beliau punya komitmen yang sangat tinggi dalam menjaga kesehatan, dan juga mengingatkan kader dakwah yang lain agar peduli kesehatan. Afifah Afra menuliskan kenangannya bersama ustadzah Yoyoh Yusroh dalam suatu kesempatan memberikan tausiah di depan para muslimah Semarang. Beliau sangat menganjurkan para muslimah untuk menjaga kesehatan. Menekankan untuk mengonsumsi banyak sayur dan buah-buahan, serta meninggalkan segala jenis makanan instan yang berpengawet. Lebih tegas ustadzah Yoyoh Yusroh menjelaskan : “Rahim seorang wanita harus dipersiapkan untuk menghasilkan generasi yang terbaik. Jadi, makanlah hanya sesuatu yang halal dan toyib.” . Komitmen beliau yang tinggi ini pun bisa dengan mudah dibuktikan di depan mata. Melahirkan 13 putra dan putri tentu dibutuhkan penjagaan fisik yang luar biasa, belum ditambahi aktifitas dakwah dan kegiatan yang sangat padat. Beliau mampu melewati hari-hari sibuknya dengan stamina yang kuat. Saat ditanya seorang akhwat tentang resep fitnya, beliau mengingatkan untuk jangan lupa mengonsumsi habbatus sauda dan madu.
Aktifitas dakwah membutuhkan energi yang luar biasa. Ini yang disadari oleh ustadzah Yoyoh Yusroh, maka beliau punya komitmen yang sangat tinggi dalam menjaga kesehatan, dan juga mengingatkan kader dakwah yang lain agar peduli kesehatan. Afifah Afra menuliskan kenangannya bersama ustadzah Yoyoh Yusroh dalam suatu kesempatan memberikan tausiah di depan para muslimah Semarang. Beliau sangat menganjurkan para muslimah untuk menjaga kesehatan. Menekankan untuk mengonsumsi banyak sayur dan buah-buahan, serta meninggalkan segala jenis makanan instan yang berpengawet. Lebih tegas ustadzah Yoyoh Yusroh menjelaskan : “Rahim seorang wanita harus dipersiapkan untuk menghasilkan generasi yang terbaik. Jadi, makanlah hanya sesuatu yang halal dan toyib.” . Komitmen beliau yang tinggi ini pun bisa dengan mudah dibuktikan di depan mata. Melahirkan 13 putra dan putri tentu dibutuhkan penjagaan fisik yang luar biasa, belum ditambahi aktifitas dakwah dan kegiatan yang sangat padat. Beliau mampu melewati hari-hari sibuknya dengan stamina yang kuat. Saat ditanya seorang akhwat tentang resep fitnya, beliau mengingatkan untuk jangan lupa mengonsumsi habbatus sauda dan madu.
Kedua : Kesabaran luar Biasa
Melahirkan, merawat dan membesarkan 13 orang anak adalah hal luar biasa yang mutlak membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Betapa banyak kader dakwah yang hari ini mengumbar keluhkesah dan berteriak kerepotan, sementara mereka baru dikarunia satu dua anak, dengan amanah dakwah yang tak seberapa. Kegiatan beliau yang begitu padat tentulah membutuhkan kesabaran luar biasa. Dalam kehidupan rumah tangga beliau adalah contoh kesabaran seorang ummahat, karena beliau seringkali diminta –terkadang bersama suaminya- untuk mengisi talkshow dan seminar dengan teman keluarga islami. Beliau berpesan tentang kunci sukses membina rumah tangga : “”Dalam membina rumah tangga, yang penting prinsipnya saling memberi. Tidak ada yang superordinat atau subordinat antara laki-laki dan wanita. Sejak awal menikah komitmen itu harus ada. Laki dan wanita punya keistimewaan.”. Banyak lagi pesan dan petuah beliau tentang rumah tangga, yang sungguh telah dibuktikan sejak awal dalam kesabaran beliau mengarungi rumah tangga. Sekali lagi, dengan 13 orang anak !
Melahirkan, merawat dan membesarkan 13 orang anak adalah hal luar biasa yang mutlak membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Betapa banyak kader dakwah yang hari ini mengumbar keluhkesah dan berteriak kerepotan, sementara mereka baru dikarunia satu dua anak, dengan amanah dakwah yang tak seberapa. Kegiatan beliau yang begitu padat tentulah membutuhkan kesabaran luar biasa. Dalam kehidupan rumah tangga beliau adalah contoh kesabaran seorang ummahat, karena beliau seringkali diminta –terkadang bersama suaminya- untuk mengisi talkshow dan seminar dengan teman keluarga islami. Beliau berpesan tentang kunci sukses membina rumah tangga : “”Dalam membina rumah tangga, yang penting prinsipnya saling memberi. Tidak ada yang superordinat atau subordinat antara laki-laki dan wanita. Sejak awal menikah komitmen itu harus ada. Laki dan wanita punya keistimewaan.”. Banyak lagi pesan dan petuah beliau tentang rumah tangga, yang sungguh telah dibuktikan sejak awal dalam kesabaran beliau mengarungi rumah tangga. Sekali lagi, dengan 13 orang anak !
Ketiga : Aktif Bergerak
Ustadzah Yoyoh Yusroh –tidak dipungkiri lagi- juga menjadi teladan akhwat muslimah dalam kiprah bagi dakwah dan masyarakat. Amanah beliau yang begitu banyak senantiasa beliau tuntaskan dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya dalam konteks internal partai atau dalam negeri, namun juga tampil aktif dalam organisasi internasional bahkan perjuangan internasional membela Palestina. Beliau memimpin rombongan Viva Palestina yang dikoordinir oleh Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP), dan melalui perjuangan berat akhirnya mampu menembus Gaza dengan dikawal barisan panser tentara Mesir. Kiprah beliau yang sangat padat bisa dilihat dari rentetan tugas dan penghargaan yang beliau dapat. Selain di DPR beliau juga aktif sebagai anggota Dewan Pakar ICMI (Tahun 2005-2010), bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia. Tak hanya itu, sejumlah tanda jasa pun pernah diterimanya, seperti International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000, International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003, dan Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001. Sebuah gambaran sekaligus teladan, seorang ummahat yang sukses meramu antara ranah domestik dengan pengabdian kemasyarakatan.
Ustadzah Yoyoh Yusroh –tidak dipungkiri lagi- juga menjadi teladan akhwat muslimah dalam kiprah bagi dakwah dan masyarakat. Amanah beliau yang begitu banyak senantiasa beliau tuntaskan dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya dalam konteks internal partai atau dalam negeri, namun juga tampil aktif dalam organisasi internasional bahkan perjuangan internasional membela Palestina. Beliau memimpin rombongan Viva Palestina yang dikoordinir oleh Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP), dan melalui perjuangan berat akhirnya mampu menembus Gaza dengan dikawal barisan panser tentara Mesir. Kiprah beliau yang sangat padat bisa dilihat dari rentetan tugas dan penghargaan yang beliau dapat. Selain di DPR beliau juga aktif sebagai anggota Dewan Pakar ICMI (Tahun 2005-2010), bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia. Tak hanya itu, sejumlah tanda jasa pun pernah diterimanya, seperti International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000, International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003, dan Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001. Sebuah gambaran sekaligus teladan, seorang ummahat yang sukses meramu antara ranah domestik dengan pengabdian kemasyarakatan.
Keempat : Ruhiyah Tinggi
Aktifitas dakwah dan kemasyarakatan yang begitu padat akan sangat melelahkan tanpa siraman ruhiyah yang teratur dan pada porsi yang istimewa. Ustadzah Yoyoh Yusroh tahu dan meyakini dengan pasti hal tersebut. Karenanya beliau senantiasa menghiasi hari-hari padat aktifitasnya dengan charger ruhiyah yang terus dijaga dan ditingkatkan. Tilawah dan mengulang hafalan Quran adalah rutinitas harian yang tak terlewatkan. Salim A Fillah pernah mendapati beliau bersama suami tengah asyik mengulang hafalan berdua, bergantian menyimak dan membenarkan. Secara khusus, beliau senantiasa menyelesaikan tilawah tiga juz setiap harinya. Tentu sebuah capaian yang luar biasa, yang barangkali tak terbayangkan dalam benak banyak kader yang selalu gagal menyelesaikan satu juz tilawah karena alasan kesibukan. Ketika ditanya bagaimana mungkin menyempatkan diri untuk tilawah sebanyak itu dalam setiap harinya, ustadzah Yoyoh Yusroh menjawab dengan yakin dan mantap : “Justru karena sibuk & banyak hadapi aneka persoalan serta begitu beragam manusia, maka harus memperbanyak Al Quran”. Subhanallah
Aktifitas dakwah dan kemasyarakatan yang begitu padat akan sangat melelahkan tanpa siraman ruhiyah yang teratur dan pada porsi yang istimewa. Ustadzah Yoyoh Yusroh tahu dan meyakini dengan pasti hal tersebut. Karenanya beliau senantiasa menghiasi hari-hari padat aktifitasnya dengan charger ruhiyah yang terus dijaga dan ditingkatkan. Tilawah dan mengulang hafalan Quran adalah rutinitas harian yang tak terlewatkan. Salim A Fillah pernah mendapati beliau bersama suami tengah asyik mengulang hafalan berdua, bergantian menyimak dan membenarkan. Secara khusus, beliau senantiasa menyelesaikan tilawah tiga juz setiap harinya. Tentu sebuah capaian yang luar biasa, yang barangkali tak terbayangkan dalam benak banyak kader yang selalu gagal menyelesaikan satu juz tilawah karena alasan kesibukan. Ketika ditanya bagaimana mungkin menyempatkan diri untuk tilawah sebanyak itu dalam setiap harinya, ustadzah Yoyoh Yusroh menjawab dengan yakin dan mantap : “Justru karena sibuk & banyak hadapi aneka persoalan serta begitu beragam manusia, maka harus memperbanyak Al Quran”. Subhanallah
Kelima : Penyayang dan Peduli
Banyak akhwat yang terkesan dengan kesederhanaan dan ketawadhukan beliau, dan lebih dari itu kedekatan personal dan ukhuwah yang dibuktikan dengan langkah nyata. Panggilan bunda dan ummi menandakan tempat khusus di hati para akhwat. Seorang akhwat muda begitu terkesan saat dalam sebuah pertemuan kedua dengan beliau, ustadzah Yoyoh Yusroh masih mengingat betul nama dan asalnya, serta menanyakan tentang kegiatan dan aktifitas terbarunya. Hal ini jelas menunjukkan kepedulian dan kasih sayang beliau yang tulus kepada para akhwat, tanpa pamrih, seperti kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
Banyak akhwat yang terkesan dengan kesederhanaan dan ketawadhukan beliau, dan lebih dari itu kedekatan personal dan ukhuwah yang dibuktikan dengan langkah nyata. Panggilan bunda dan ummi menandakan tempat khusus di hati para akhwat. Seorang akhwat muda begitu terkesan saat dalam sebuah pertemuan kedua dengan beliau, ustadzah Yoyoh Yusroh masih mengingat betul nama dan asalnya, serta menanyakan tentang kegiatan dan aktifitas terbarunya. Hal ini jelas menunjukkan kepedulian dan kasih sayang beliau yang tulus kepada para akhwat, tanpa pamrih, seperti kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
Akhirnya, tentulah masih banyak teladan kebaikan yang telah ditorehkan oleh ustadzah Yoyoh Yusroh, coretan singkat ini tak akan pernah mampu mewakili kebaikan dan keteladanan dari sosok daiyah dan mujahidah ini. Sekali lagi marilah belajar kokoh dari ustadzah Yoyoh Yusroh. Mari belajar memuhasabahi diri atas langkah yang amal yang telah kita torehkan setiap hari.
Beberapa hari sebelum meninggal, beliau menuliskan SMS berisikan kegelisahan dan muhasabah hatinya kepada seorang akhwat: “ Ya robb, aku sedang memikirkan posisiku kelak diakhirat. Mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita khodijah al kubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Atau dengan Hafsah binti Umar yang di bela oleh Alloh saat akan dicerai karena showwamah (rajin puasa-red) dan qowwamahnyaI (rajin tahajud-red) ? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500 an hadits, sedang aku….ehm 500 juga belum…atau dengan Ummu Sulaim yang shobiroh (penyabar) atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad… atau dengan siapa ya. Ya Alloh, tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliah mereka…sehingga aku laik bertemu mereka bahkan bisa berbincang dgn mereka di taman firdausMu.
Hatta Syamsuddin
www.indonesiaoptimis.com
www.indonesiaoptimis.com
Baroness Uddin: Saya terharu, bangga, dan berdebar-debar
By pks kraton 07.53 Perempuan
Sumber : pks.or.id
Link : http://pks.or.id/news/baroness-uddin-saya-terharu-bangga-dan-berdebar-debar









